Kiat Jitu Melatih Si Kecil Supaya Berhenti Pakai Botol Susu

Anak bayi dan batita, mungkin sangat “nempel” dengan botol susunya. Namun, saat bertambah besar, buah hati Anda tentu harus beralih menggunakan gelas untuk minum susu. Sayangnya, menghentikan kebiasaan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Lantas, bagaimana cara agar anak berhenti ngedot? Simak cara agar anak berhenti pakai botol dot berikut ini.

Melatih anak berhenti ngedot, tidak mudah dan butuh cara khusus. Kenapa? Selain memberi kemudahan bagi anak balita untuk minum, botol susu juga memberikan kenyamanan.

Itulah sebabnya, anak akan sangat lengket dengan botol dot dan akan sangat sulit untuk memisahkan keduanya.

Tentu saja, Anda tidak bisa membiarkan hal ini begitu saja. Penggunaan botol susu dalam waktu lama dapat menyebabkan gigi berlubang.

Selain itu, kebiasaan ini juga bisa menyebabkan mereka minum susu lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Seiring bertambahnya usia, anak perlu beradaptasi dengan lingkungan, yaitu minum dengan memakai gelas.

Beralih dari botol susu ke gelas bayi bisa jadi tantangan tersendiri. Akan tetapi menerapkan cara yang tepat agar anak berhenti ngedot bisa membuat “perjuangan” ini menjadi lebih mudah.

beda karies rampan dan botol

Supaya Anda tidak kewalahan dan gagal menghentikan kebiasaan ngedot pada anak, ikuti beberapa caranya berikut ini:

Anak-anak sudah bisa dikenalkan dengan gelas bayi ketika usianya 6 bulan. Setelah usianya mencapai 1 tahun, anak sudah bisa memegang gelas bayi sendiri dengan baik.

Pada usia inilah Anda bisa melatih anak untuk berhenti minum susu pakai botol dot.

American Academy of Pediatric menyarankan agar anak berhenti ngedot sebelum usianya 18 bulan.

Sementara, beberapa ahli lain berpendapat jika anak harus lepas dari botol dot sebelum usianya menginjak 2 tahun. Jadi, ini merupakan cara dasar jika ingin melatih anak berhenti ngedot.

Jangan mengajari anak terlalu cepat dan memaksanya karena bisa membuat anak frustrasi. Namun, ingat untuk jangan terlalu santai tidak mengenalkan gelas untuk minum susu karena akan membuat Anda sulit menghilangkan kebiasaannya untuk ngedot.

anak tidak mau makan

Kemudian, cara yang selanjutnya Anda lakukan agar anak berhenti ngedot adalah melatihnya melepas botol dot dengan sabar. Lakukan hal ini secara perlahan, bukan tiba-tiba.

Misalnya, jika biasanya anak minum susu tiga kali sehari, ganti botol susu dengan gelas bayi saat minum susu di pagi hari.

Lakukan ini secara bergantian, yaitu di waktu siang atau malam di hari selanjutnya. Secara bertahap, ajari pula anak Anda untuk duduk di kursi bayi agar lebih mudah.

Mengganti botol susu dengan gelas di malam hari memang lebih sulit dibanding waktu lainnya. Pasalnya, ngedot di malam hari adalah rutinitas harian anak yang membuatnya tidur nyaman.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Anda bisa mengalihkan perhatian bayi dari rutinitas ngedot malam dengan aktivitas lain, seperti membacakan dongeng atau memberikan pijatan lembut yang bisa membuatnya mengantuk.

minum susu setelah minum obat

Anak-anak belajar dengan cepat lewat melihat orang-orang di sekelilingnya. Saat waktunya minum susu, Anda bisa memperlihatkannya bahwa cara minum susu adalah dengan gelas.

Ini bisa jadi cara efektif agar anak berhenti ngedot. Anda bisa minum susu bersama dengannya. Siapkan segelas susu  untuk Anda dan susu dalam gelas bayi untuk si kecil.

Perlihatkan mudahnya minum susu dengan gelas. Jika si kecil berhasil menghabiskan susu dalam gelas bayi, jangan lupa memberinya pujian.

Pujian bisa memotivasi anak untuk melakukan yang terbaik. Bila latihan ini dilakukan dengan rutin, anak akan terbiasa dan melepas kebiasaan minum susu dengan botol dot.

Cara terakhir yang bisa Anda lakukan agar anak berhenti pakai botol dot adalah jauhkan botol susu yang ada di rumah dari jangkauannya.

Misalnya, Anda bisa memasukkannya ke dalam wadah tertutup dan diletakkan di atas lemari.

Hilangnya botol susu dari pandangan anak, bisa membantu bayi melupakan botol dot lebih cepat. Sekaligus mencegah anak merengek meminta botol dotnya kembali.

Baca Juga:

View the original article here

Posted in artikel and tagged , , , , , .

Tinggalkan Komentar Anda