Apakah Toner Bisa Digunakan untuk Menghilangkan Bekas Jerawat?

Pada rangkaian perawatan kulit, toner digunakan setelah mencuci muka dan sebelum menggunakan serum atau pelembap. Penggunaan toner kian populer karena memiliki beberapa manfaat, di antaranya mengembalikan kelembapan kulit hingga dinilai efektif untuk menghilangkan bekas jerawat.

Mengingat banyaknya jenis toner yang beredar di pasaran, apakah semua jenis toner memang efektif untuk memudarkan bekas jerawat?

cara alami menghilangkan bekas jerawat minyak biji anggur

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Anda perlu memahami terlebih dulu jenis bekas jerawat seperti apa yang terdapat pada wajah Anda.

Umumnya, terdapat tida jenis bekas luka akibat jerawat, yakni bekas jerawat atrofi, ice pick, dan hipertrofi.

Bekas jerawat atrofi tampak seperti lubang di kulit dengan tepi yang halus. Bekas jerawat ice pick biasanya lebih dalam dengan tepi yang curam.

Sementara itu, bekas jerawat hipertrofi berada di permukaan kulit serta tampak tebal seperti benjolan.

Untuk mengetahui apakah toner efektif untuk menghilangkan bekas jerawat, Anda perlu mencermati komposisinya.

cara pakai toner

Pilihlah toner yang mengandung eksfoliator kimia berupa glycolic acid. Senyawa ini bekerja dengan menghilangkan lapisan sel kulit mati sehingga bekas jerawat yang tadinya tampak gelap menjadi lebih cerah.

Kendati demikian, glycolic acid hanya efektif untuk mengatasi bekas jerawat halus yang terlihat gelap.

Toner mengandung glycolic acid, atau bahkan produk perawatan kulit lain yang dijual bebas di apotek tidak cukup ampuh untuk mengatasi bekas jerawat yang lebih dalam.

Bekas jerawat seperti ini dapat bertahan pada kulit wajah hingga bertahun-tahun. Penggunaan toner saja tidak cukup sehingga prosedur medis sering kali diperlukan untuk menghilangkan bekas jerawat yang bertahan pada kulit secara permanen.

toner astringent wajah Sumber: Verywell Health

Walaupun toner tidak begitu efektif untuk menghilangkan bekas jerawat yang dalam, penggunaannya tetap penting agar jerawat tidak bermunculan pada kulit wajah.

Produk ini membantu mencegah timbulnya jerawat dengan cara sebagai berikut:

pH menentukan tingkat keasaman pada kulit Anda. Rentang nilai pH berkisar antara 0-14, dengan nilai 7 menunjukkan pH netral.

Kulit yang pH-nya netral memiliki kadar minyak normal sehingga tidak rentan terserang infeksi dan jerawat. Tanpa jerawat, kulit Anda akan tetap cerah dan sehat.

Kulit wajah kehilangan kelembapannya setelah Anda membersihkannya dengan sabun. Manfaat lain dari toner adalah melembapkan kulit sehingga kelembutan dan kelenturannya terjaga.

Tak hanya itu, kandungan vitamin dan mineral pada toner juga penting untuk memelihara kesehatan kulit wajah.

menutupi jerawat

Meskipun tidak semua toner bisa digunakan untuk menghilangkan bekas jerawat, produk ini bisa membantu Anda menghilangkan penyebabnya.

Toner mampu membantu membersihkan wajah Anda dari tumpukan minyak, sel kulit mati, bakteri, hingga polutan dari lingkungan sekitar.

Meskipun tersedia berbagai macam toner, tidak semuanya efektif untuk menghilangkan bekas jerawat. Hanya toner yang mengandung glycolic acid yang diklaim mampu memudarkan bekas jerawat.

Itu pun hanya jenis bekas jerawat tertentu. Bekas jerawat yang terlalu dalam tetap tak dapat dihilangkan dengan toner.

Jadi, langkah terbaik yang dapat Anda lakukan adalah dengan mencegah timbulnya jerawat. Gunakan toner secara rutin setiap hari agar kelembapan dan kebersihan wajah Anda selalu terjaga.

Agar manfaatnya menjadi optimal, selalu ikuti saran pemakaian dan jangan menggunakannya secara berlebihan.

Baca Juga:

View the original article here

Telah Jalin Hubungan Bertahun-tahun Tetapi Masih Bisa Putus, Mengapa?

Hubungan yang sudah dijalani bertahun-tahun bersama pasangan ternyata tidak menjadi pegangan bahwa kalian akan tetap bersama. Ada beberapa hal yang menyebabkan pacaran lama tapi pada akhirnya putus. Nah, apa saja ya sebenarnya penyebab berakhirnya sebuah hubungan yang ‘katanya’ langgeng ini?

Tentu saja, ada beberapa hal yang sangat mendasar yang akhirnya membuat Anda untuk melepaskan diri dari hubungan ini. Walaupun pastinya terdapat pertimbangan bahwa Anda sudah bersama dengan pasangan selama bertahun-tahun, ternyata alasan ini lebih kuat dibandingkan waktu yang sudah dilalui bersama.

Menurut Rhonda Milrad, LMSW, seorang pakar hubungan asmara, hubungan yang langgeng juga mesti fleksibel alias luwes. Hal ini diperlukan karena sebuah hubungan dibentuk dari dua orang yang berbeda.

Walaupun sebagai satu kesatuan, tentu mereka tidak melupakan kepribadiannya yang pastinya berbeda satu sama lain. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah ruang untuk setiap orang supaya bisa mengembangkan dirinya sendiri. 

Jadi apa saja yang mungkin bisa menyebabkan kandasnya hubungan pacaran yang sudah kadung lama?

tidak mau putus

Pasangan yang memiliki tujuan yang berbeda tentu saja masih bisa menjalankan hubungannya dengan baik. Akan tetapi, perlu diingat bahwa ketika Anda dan pasangan tidak memiliki tujuan yang sama dalam hubungan ini, misalnya tidak sependapat tentang ‘akhir’ hubungan kalian bedua. Anda menginginkan pernikahan, sementara pasangan tidak. Hal tersebut bisa menghancurkan hubungan Anda.

Tidak memiliki tujuan yang sama sebenarnya tidak apa-apa, tetapi cobalah dipikir kembali apakah Anda dan pasangan akan terus menerus bertengkar seputar masalah ini dan bertahan dalam hubungan yang tidak sehat?

ketahuan selingkuh

Siapa sih yang ingin diselingkuhi oleh orang tercinta? Nah, ketidaksetiaan pun dapat menghancurkan sebuah hubungan yang kuat dan telah berlangsung lama.

Walaupun sebenarnya ada kemungkinan masih bisa diperbaiki, tentu saja luka tersebut tidak akan pernah sembuh. Dibutuhkan waktu, kesabaran, dan dukungan untuk melalui hal itu semua agar dapat memaafkan pasangan.

Bagi sebagian orang, berselingkuh merupakan tindakan yang tidak bisa ditoleransi dan jalan keluarnya adalah berpisah. Salah satu dasar hubungan yang sehat adalah kepercayaan. Jika elemen penting ini dirusak, sulit sekali untuk mempertahankan hubungan itu.

pasangan tidak percaya diri

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kurangnya kepercayaan diri pada seseorang dapat berdampak buruk pada kisah asmaranya. Pada saat Anda merasa tidak puas terhadap diri sendiri, rasa tidak aman tersebut ternyata bisa memengaruhi sikap Anda kepada pasangan Anda.

Biasanya, orang yang kurang percaya diri merasa terancam dengan kehidupan pasangannya yang terlihat lebih sukses. Kondisi ini akhirnya memunculkan rasa cemburu hingga rasa takut bahwa pasangan akan meninggalkan Anda. Nah, rasa takut tersebut bisa saja membuat Anda lebih mengontrol pasangan Anda sehingga rasa posesif pun muncul.

Jika Anda merasa kurang percaya diri atau justru merasa pasangan Anda yang memiliki rasa itu, maka sebaiknya diskusikan dengan baik. Dengan diskusi seputar hal ini, Anda berdua akan merasa didukung oleh satu sama lain. Jangan sampai sudah pacaran lama Anda berdua putus hanya karena tidak terbuka dan merasa minder dengan pasangan.

cara membangun keintiman

Keintiman sering diartikan sebagai refleksi dari hubungan yang akrab dan dekat. Oleh karena itu, keintiman sangatlah diperlukan dalam percintaan Anda dengan pasangan. Poin ini sangat penting karena dapat membangun fondasi yang begitu kuat bagi mereka yang sudah melalui waktu yang cukup berat.

Jika Anda dan pasangan merasa kurang intim padahal sudah menjalani hubungan yang cukup lama, tentu saja bisa menjadi faktor berakhirnya ikatan tersebut. Anda atau pasangan tidak merasa mempercayai satu sama lain karena kurangnya keintiman tadi. Nah, penting sekali untuk menjaga elemen ini agar hubungan Anda tetap bertahan lama.

bertengkar dengan pacar

Beda pendapat dan sering berargumen dalam hubungan adalah hal normal. Akan tetapi, menghadapi perbedaan itu dengan bijak adalah kunci dari suatu hubungan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh John Gottman, salah satu hal yang bisa mengakhiri hubungan Anda adalah bagaimana Anda dan pasangan bersikap ketika menghadapi suatu masalah.

Apakah dibicarakan dengan kepala dingin, saling berteriak, atau saling melakukan kontak fisik yang berbahaya. Kebiasaan-kebiasaan tersebut tentu sangat berpengaruh dalam hubungan Anda, apakah sehat atau tidak walaupun telah dijalani selama bertahun-tahun.

Nah, itu tadi adalah berbagai penyebab mengapa orang yang pacaran lama pada akhirnya bisa putus. Kurangnya fondasi di dalam hubungan, seperti kepercayaan, ternyata berdampak besar pada kisah asmara Anda. Oleh karena itu, cobalah untuk lebih berhati-hati ketika memulai hubungan baru agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Baca Juga:

View the original article here

Berat Badan Kurang (Underweight) Pada Anak, Bagaimana Mengetahuinya?

Berat badan merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengetahui apakah nutrisi anak sudah baik atau belum. Ketika anak memiliki berat badan yang ideal, artinya asupan gizinya dapat memenuhi semua kebutuhan hariannya. Namun tak jarang, berat badan anak bisa saja kurang dari rentang normal yang seharusnya. Kondisi ini menandakan kalau anak mengalami underweight. Simak penjelasan lebih lanjutnya seputar underweight pada anak melalui ulasan di bawah ini, yuk!

Berat badan kurang atau underweight adalah kondisi saat berat badan anak berada di bawah rentang rata-rata atau normal. Idealnya, anak dikatakan memiliki berat badan normal ketika setara dengan teman-teman seusianya.

Sebaliknya, berat badan kurang menandakan bahwa bobot tubuh anak tidak sebanding atau lebih rendah dari kelompok usianya. Sama halnya seperti kelebihan berat badan, anak dengan berat badan kurang juga biasanya disebabkan oleh adanya masalah kesehatan.

Berat badan anak yang kurang merupakan pertanda bahwa tubuhnya tidak memperoleh cukup zat gizi untuk mendukung perkembangan tubuh. Misalnya tulang, kulit, rambut, serta berbagai bagian tubuh lainnya.

Di samping itu, memiliki riwayat atau sedang mengalami penyakit medis tertentu juga bisa melatar belakangi kondisi anak underweight. Hal tersebutlah yang kemudian menghambat atau menyulitkan penambahan berat badan normal pada anak.

anak kurus

Berdasarkan ketentuan dari WHO, ada dua indikator penilaian status gizi yang bisa digunakan untuk menilai underweight pada anak. Pertama yakni indikator berat badan berdasarkan usia (BB/U), yang lebih dikhususkan untuk anak usia 0-60 bulan. Kedua yakni indikator indeks massa tubuh (IMT) berdasarkan usia (IMT/U), yang biasanya dipakai untuk anak 5-18 tahun.

Anak usia 0-60 bulan dikatakan memiliki berat badan kurang ketika pengukuran indikator BB/U berada di antara angka di bawah -2 sampai -3 standar deviasi (SD). Sedangkan anak usia 5-18 tahun, termasuk dalam kategori underweight jika indikator IMT/U berada di persentil kurang dari 5.

Namun yang perlu dipahami, indikator BB/U umumnya tidak terlalu diutamakan dalam menilai status gizi anak. Di sisi lain, indikator berat badan berdasarkan tinggi badan (BB/TB) yang sering dipakai. Bukan tanpa alasan, karena indikator BB/TB dinilai lebih dapat menggambarkan tumbuh kembang anak secara keseluruhan.

Gejala yang paling mudah dilihat jika berat badan anak kurang yakni tubuhnya tampak kurus. Kondisi ini terjadi akibat jumlah asupan energi yang dikonsumsinya terlalu rendah dan tak sebanding dengan energi yang dikeluarkan.

Atau dengan kata lain, asupan energi harian yang didapatkan kemungkinan tidak dapat memenuhi besarnya kebutuhan  gizi harian si anak. Selain itu, berbagai gejala berat badan kurang pada anak juga meliputi:

Rambut mudah rontokSistem kekebalan tubuh lemah, sehingga gampang terserang penyakitMudah lelahSulit berkonsentrasiKurang berenergi saat melakukan aktivitasTulang cenderung rapuhPertumbuhan dan perkembangan tubuh agak lambat

Gejala lain yang juga bisa dimiliki oleh anak dengan berat badan kurang yakni munculnya tulang dan pembuluh darah vena yang tampak jelas pada kulit. Sebenarnya, pembuluh darah berwarna biru keunguan yang memang biasanya muncul di kulit itu tidak menonjol dengan sendirinya.

Para ahli medis menyatakan bahwa hal tersebut dikarenakan kulit anak dengan berat badan kurang cenderung lebih kering dan tipis. Inilah yang semakin memperjelas penampakan aliran pembuluh darah. Namun, munculnya tulang dan pembuluh darah vena di balik kulit tidak selalu dikaitkan sebagai gejala underweight pada anak.

anak kurus

Ada berbagai hal yang menyebabkan seorang anak memiliki berat badan kurang, meliputi:

Beberapa anak cenderung memiliki berat badan kurang dipengaruhi oleh faktor karakterristik fisik keluarganya.

Kecepatan metabolisme yang dimiliki seseorang kerap dikaitkan dengan sulit atau mudahnya perubahan berat badan. Anak dengan sistem metabolisme yang cepat atau lancar, cenderung lebih sulit untuk menaikkan berat badan.

Bahkan, meskipun anak sudah makan makanan dengan kandungan energi yang tinggi.

Penyakit yang dialami dalam jangka waktu yang cukup lama, bisa memengaruhi status gizi anak. Apalagi jika penyakit yang dialami adalah penyakit infeksi.

Biasanya, penyakit infeksi sering menimbulkan gejala mual, muntah, hingga turunnya nafsu makan pada anak. Berbagai gejala seperti ini dapat membuat asupan makan anak menurun.

Penyakit kronis lain seperti kanker, diabetes, masalah tiroid, maupun gangguan pencernaan seperti penyakit Crohn dan ulserative colitis, juga bisa membuat berat badan turun drastis.

Adanya masalah pada kesehatan mental bisa memengaruhi selera makan anak. Baik itu depresi, kecemasan, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), maupun gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia.

Selayaknya berat badan berlebih, tidak sedikit pula faktor risiko yang mengintai ketika seorang anak mengalami berat badan kurang. Memang, tidak semua anak dengan underweight akan mengalami dampak buruk dari kondisinya tersebut.

Akan tetapi, ada beberapa risiko yang kemungkinan akan muncul karena berat badan anak kurang, seperti:

Rentan terserang osteoporosis di kemudian hari.Rambut dan kulit yang mudah bermasalah, karena kurangnya asupan nutrisi harian yang berperan untuk menjaga kesehatannya.Mudah jatuh sakit, karena tidak cukupnya asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk melawan infeksi.Merasa lelah sepanjang waktu, karena kurang optimalnya asupan kalori yang seharusnya berperan sebagai sebagai sumber energi.Pertumbuhan anak lambat atau terganggu.

gizi buruk

Cara utama yang biasanya dilakukan guna mengatasi berat badan kurang pada anak yakni dengan menerapkan pola makan sehat setiap harinya. Dalam hal ini, seorang ahli gizi biasanya akan memberikan rekomendasi menu harian beserta aturan makan yang tepat sesuai dengan kondisi anak.

Nah, berikut adalah kunci menerapkan pola makan sehat agar berat badan anak dengan underweight bertambah, yaitu:

Bila si kecil susah makan atau nafsu makannya menurun, Anda bisa mengakalinya dengan cara memberikan camilan sehat di jeda antara jadwal makan utama. Pilih camilan sehat yang kaya akan kandungan kandungan karbohidrat dan protein yang tinggi. Contohnya oatmeal, roti, selai kacang, kacang almond, dan lain sebagainya.

Tak jarang, anak mengalami berat badan kurang karena tidak mampu menghabiskan makanan dalam jumlah yang terlalu banyak. Sebagai gantinya, berikan anak porsi makan yang lebih sedikit tapi dengan waktu yang lebih sering. Cara ini akan membantu anak mendapatkan kebutuhan nutrisinya.

Supaya kondisi anak cepat pulih, Anda sebaiknya memilih makanan yang padat akan gizi. Jadi, ketika memberikan makanan dalam porsi yang sedikit pun, ia akan mendapatkan gizi yang cukup.

Hal ini bisa jadi salah satu cara untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Contoh makanan yang padat gizi, misalnya menambahkan kacang almond di atas serealnya.

Selain cara di atas, dokter juga mungkin meresepkan obat anti-mual maupun penambah nafsu makan untuk kasus anak underweight yang sudah parah. Itu sebabnya, dokter baru akan memberikan pilihan ini ketika perawatan rumahan dirasa tidak terlalu membuahkan hasil.

Namun di samping itu, pemberian makanan harian untuk anak underweight sebaiknya juga menerapkan beberapa hal seperti:

Berikan beragam variasi sayur dan buah setiap harinya.Sumber karbohidrat tidak boleh terlupakan. Roti, nasi, kentang, pasta, maupun jenis umbi-umbian bisa jadi pilihan yang baik.Berikan segelas susu sapi maupun alternatif pilihannya, seperti susu kedelai atau yogurt.Pastikan sumber protein memenuhi kebutuhan anak, seperti dari kacang-kacangan, ikan, telur, daging, dan lainnya.Asupan minyak tidak jenuh meski dalam jumlah sedikit harus tetap terpenuhi.Penuhi kebutuhan cairan anak sekitar 6-8 gelas per hari.

Bagi anak yang masih berusia di bawah 5 tahun, kebutuhan lemak sangat penting guna mendukung perkembangan fungsi tubuh dan otak. Secara keseluruhan, pemberian makanan harian anak sebaiknya tidak mengandung terlalu banyak perasa dan pewarna tambahan, serta tidak diberikan pengawet.

Baca Juga:

View the original article here

Asam Fusidat: Manfaat, Dosis, Efek Samping

DokterSehat.Com – Asam fusidat obat apa? Asam fusidat adalah nama monografi obat antibiotik yang umumnya digunakan sebagai obat topikal untuk mengobati infeksi bakteri pada kulit atau mata.

Ketahui selengkapnya tentang Asam fusidat mulai dari manfaat, efek samping, dosis, petunjuk penggunaan, dan lainnya melalui artikel ini!

Afucid, Fuladic, Asam Fusidat ,Fuladic, Foban, Fusiderm ,Foban, Fusiderm, Fobancort ,Fusigra, Fucicort, Fusipar, Fucidin, Fuson, Fucidin, Fusycom, Fucilex, Futaderm, Fucilex, Strecid, Fucithalmic

Asam fusidat adalah obat antibiotik, yang artinya obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Cara kerja asam fusidat adalah dengan menghambat perkembangan bakteri, namun tidak dapat menghancurkan bakteri tersebut. Asam fusidat menghambat pertumbuhan dengan cara menghambat sintesis protein bakteri. Selain itu, obat ini juga dapat menghambat pembelahan bakteri.

Secara umum, manfaat Asam fusidat adalah untuk mengatasi infeksi bakteri pada kulit dan juga mata. Beberapa kondisi yang umumnya dapat diatasi menggunakan obat Asam fusidat adalah seperti berikut ini:

ImpetigoSelulitisKonjungtivitis

Selain kondisi di atas, Asam fusidat juga mungkin digunakan untuk infeksi lain yang disebabkan oleh bakteri yang peka terhadap Asam fusidat. Salah satu jenis bakteri yang sensitif terhadap obat ini adalah bakteri stafilokokus.

Asam fusidat tersedia dalam sediaan salep kulit dan salep mata. Salep kulit umumnya memiliki kandungan 2% Asam fusidat, sedangkan salep mata atau obat tetes memiliki kandungan 1-2% Asam fusidat.

Berikut adalah dosis Asam fusidat yang lazim diberikan:

Dosis Asam fusidat salep: dioleskan 3-4 kali per hari pada area yang terinfeksi.Dosis Asam fusidat tetes mata: 1 tetes, berikan 2 kali dalam sehari atau setiap 12 jam.

Dosis Asam fusidat dapat berbeda bergantung pada sediaannya. Ikuti petunjuk dosis yang ada dalam kemasan obat. Selain itu, dosis juga dapat berubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Jangan pernah mengganti dosis obat tanpa berdiskusi dengan dokter atau apoteker sebelumya.

Petunjuk penggunaan Asam fusidat disesuaikan dengan sediaannya. Berikut adalah petunjuk penggunaan Asam fusidat salep kulit:

Sebelum menggunakan Asam fusidat, bersihkan tangan Anda dan area yang terinfeksi.Oleskan obat ini tipis saja pada bagian yang terinfeksi.Cuci kembali tangan setelah selesai, kecuali area yang terinfeksi berada di tangan.Gunakan obat sesuai dengan dosis yang disarankanGunakan obat Asam fusidat di waktu yang sama setiap harinya.Asam fusidat salep tidak digunakan melalui oral. Segera hubungi petugas layanan kesehatan apabila tidak sengaja menelan obat ini.

Sedangkan petunjuk penggunaan Asam fusidat untuk obat tetes mata adalah seperti berikut:

Miringkan kepala ke belakang dan tarik kelopak mata bagian bahwa dengan lembut.Pegang tabung di atas mata dan lihat ke atas.Tekan tabung hingga 1 tetes obat masuk ke kelopak mata. Jangan biarkan ujung tabung menyentuh mata. Jika menyentuh, maka sebaiknya buang 2 hingga 3 tetes obat, kemudian bilas ujung tabung.Tutup mata selama satu atau dua menit.Tekan dengan lembut sisi ujung mata dekat hidung untuk mencegah air mata.

Simpan obat Asam fusidat seusia dengan petunjuk penyimpanannya untuk mencegah obat rusak dan efektivitasnya menurun. Berikut adalah petunjuk penyimpanan Asam fusidat yang harus diperhatikan:

Simpan obat Asam fusidat pada suhu di bawah 30°C.Simpan obat Asam fusidat di tempat kering dan tidak lembap, jangan simpan di kamar mandi.Hindari obat Asam fusidat dari cahaya atau sinar matahari langsung.Hindari obat Asam fusidat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.Jika obat sudah memasuki masa expired, jangan buang obat sembarangan, diskusikan dengan apoteker tentang petunjuk pembuangan obat ini.

Setiap obat berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan Asam fusidat. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin muncul akibat penggunaan Asam fusidat:

Reaksi kulitKonjungtivitisUrtikariaSensasi terbakar, menyengat, gatal, pegal, atau kering pada mataPenglihatan kabur.Reaksi alergi

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping dapat terjadi akibat penggunaan dosis yang kurang tepat, penggunaan jangka panjang, atau kondisi lain dari pasien. Apabila mengalami efek samping serius atau reaksi alergi, sebaiknya segera hentikan penggunaan obat.

Apabila efek samping tidak kunjung membaik, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jika merasakan efek samping lainnya yang tidak disebutkan di atas, laporkan pada dokter untuk mengetahui kemungkinan efek sampin lainnya dari Asam fusidat.

Interaksi obat dapat terjadi ketika Asam fusidat digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu termasuk obat resep, non-resep, hingga obat herbal.

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat Asam fusidat untuk menghindari interaksi obat.

Obat Asam fusidat termasuk ke dalam kategori obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Berikut adalah beberapa hal lain yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan obat Asam fusidat:

Jangan gunakan obat Asam fusidat pada pasien yang hipersensitif terhadap Asam fusidat dan komponen lain yang terkandung dalam obat ini.Penggunaan Asam fusidat pada ibu hamil dan menyusui relatif aman. Konsultasikan dengan dokter kembali jika Anda hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui untuk memastikan penggunaan obat ini.

View the original article here

Jangan Sampai Salah, Begini Cara Menggunakan Obat Tetes Hidung yang Benar

Obat dapat dikemas dengan berbagai bentuk salah satunya, bentuk cair dan digunakan dengan cara ditetes. Salah satu obat dalam bentuk ini adalah obat tetes hidung (nasal spray). Namun, cara pakai obat ini tidak boleh sembarangan. Seperti apa penggunaan obat tetes hidung yang benar? Simak panduannya berikut ini.

Sebelum memahami bagaimana penggunaan obat tetes hidung yang benar, ada baiknya kita mengetahui dulu fungsi obat yang satu ini.

Orang yang memiliki masalah alergi, asma, atau sinusitis (radang sinus) biasanya diresepkan obat tetes hidung oleh dokter. Obat ini memiliki banyak fungsi pada saluran pernapasan, seperti:

Mengembalikan kelembapan hidung karena udara keringMembersihkan saluran napas dari bakteri, virus, atau alergenMengencerkan lendir kental yang menyebabkan penyumbatan

Mungkin Anda bingung bagaimana penggunaan obat tetes hidung yang baik dan benar. Agar tidak salah, simak cara menggunakan obat tetes hidung di bawah ini.

Terdapat dua jenis obat tetes hidung, yaitu tabung bertekanan dan botol pompa (semprot). Mengetahui jenis obat membantu Anda untuk menggunakannya dengan benar. Pasalnya, penggunaan kedua obat tetes hidung ini tidak sama.

Agar lebih jelas, ikuti cara memakai nasal spray sesuai jenisnya berikut ini.

obat tetes hidung

Bersihkan hidung dari lendir sebelum menggunakan obat. Caranya, embuskan napas dari salah satu hidung secara bergantian. Lakukan dengan menekan satu sisi hidung sebelah kanan, sambil mengeluarkan napas dari lubang hidung sebelah kiri.Pastikan tabung pas dengan dudukannya. Sebelum menggunakan obat tetes hidung, kocok obat perlahan beberapa kali.Jaga kepala Anda tetap tegak dan tarik napas secara perlahan.Letakkan ujung obat di salah satu hidung (lihat gambar di atas). Kemudian, gunakan jari Anda untuk menutup lubang hidung satunya, yang tidak diberi obat.Tekan tabung itu saat Anda mulai bernapas pelan melalui hidung. Ulangi langkah ini pada bagian lubang hidung satunya.Usahakan untuk tidak bersin atau membersihkan hidung seperti langkah pertama, setelah Anda menggunakan obat.

obat tetes hidung

Sebelum menggunakan obat, bersihkan hidung Anda dari lendir. Embuskan napas dari salah satu hidung secara bergantian. Lakukan dengan menekan satu sisi hidung sebelah kanan, sambil mengeluarkan napas dari lubang hidung sebelah kiri.Lepaskan tutup obat dan kocok botolnya perlahan. Ketika pertama kali menggunakan obat ini, Anda mungkin perlu menyemprotkan obat beberapa kali ke udara sampai terlihat kabut halus.Lalu, tundukkan kepala sedikit ke depan dan tarik napas perlahan.Pegang botol pompa dengan ibu jari Anda di bagian bawah. Sementara, jari telunjuk dan jari tengah di bagian atas wadah obat.Gunakan jari Anda untuk menutup hidung satunya yang tidak diberi obat (lihat gambar di atas).Tekan pompa sambil Anda bernapas perlahan melalui hidung. Ulangi langkah ini pada lubang hidung satunya lagi.Usahakan untuk tidak bersin atau membersihkan hidung seperti poin pertama, setelah Anda menggunakan obat.

obat polip hidung

Selain cara menggunakan obat tetes hidung yang harus benar, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, antara lain:

Efektivitas obat biasanya akan terlihat setelah Anda menggunakan obat selama 1 atau 2 minggu. Ikuti resep yang diberikan dokter agar pengobatan lebih maksimal.Pastikan Anda menghirup udara melalui setiap lubang hidung lebih dulu sebelum menyemprotkan obat. Tujuannya, untuk menghindari obat terbuang sia-sia karena terlalu jauh masuk ke bagian dalam hidung.Ini juga bisa menyebabkan iritasi pada hidungGunakan obat tetes hidung berwadah tabung bertekanan dengan benar. Jangan sampai menetes keluar hidung atau masuk ke bagian belakang tenggorokan.Agar tetap bersih, jangan lupa mencuci wadah tabung bertekanan setidaknya 1 kali seminggu. Kemudian, simpan obat di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Setelah memakai obat dan Anda merasakan sakit atau sensasi menyengat di bagian dalam hidung, hentikan penggunaan obat selama satu atau dua hari.

Sementara jika terjadi mimisan, segera hentikan penggunaan obat tetes hidung. Gunakan kapas untuk membersihkan darah dan oleskan tipis-tipis bagian dalam hidung dengan petroleum jelly.

Jangan lupa konsultasikan ke dokter untuk memastikan kesehatan dan pengobatan lebih lanjut.

Baca Juga:

View the original article here

Kapan Anak Boleh Naik Transportasi Umum Sendiri?

Jarak rumah dengan sekolah yang cukup jauh kadang mengharuskan anak-anak untuk naik kendaraan umum. Agar anak mandiri, orangtua memang perlu mengajarkan anak untuk naik angkutan umum sendiri. Namun, kapan waktu yang tepat?

Berbeda dengan orang dewasa yang sudah cukup pengalaman, anak-anak memerlukan persiapan yang lebih matang untuk melakukan sesuatu, misalnya naik angkutan umum sendiri tanpa pengawasan orangtua.

Banyak orangtua yang menerapkan hal ini pada buah hatinya sebagai cara untuk membentuk keberanian dan membangun kemandirian anak.

Namun jangan salah, orangtua juga sangat perlu melihat kesiapan mental anak untuk melakukan hal ini.

“Pada usia sekolah, anak-anak sudah harus terbiasa untuk hidup mandiri,” papar Kate Benton, Ph.D, seorang psikolog anak di Northwestern Medicine.

Kemandirian anak dapat ditunjukkan anak saat usia prasekolah, yaitu dengan mampu merapikan tempat tidur, bisa menyikat gigi sendiri, dan dapat memakai bajunya tanpa disuruh.

Setelah memasuki usia sekolah, kemandirian anak harus disertai dengan tanggung jawab.

Artinya, anak tahu bahwa mengerjakan PR, membersihkan kamar tidur, dan membuang sampah pada tempatnya adalah sebuah kewajiban.

cara mendidik anak agar mandiri dan berani

Lantas, untuk urusan naik kendaraan umum sendiri untuk berangkat sendiri ke sekolah kapankah anak siap?

Sebenarnya tidak ada patokan usia yang pasti mengenai waktu yang tepat bagi anak untuk naik angkutan umum sendirian.

Namun, Ministry of Children and Family Development di Kanada menetapkan bahwa anak di bawah usia 10 atau 12 tahun belum diperbolehkan naik kendaraan umum tanpa pengawasan orangtua.

Alasannya, anak dengan usia tersebut masih belum bisa menjaga dirinya dengan baik.

Selain itu, menggunakan kendaraan umum memerlukan pengetahuan dan keterampilan anak. Jika dipaksakan, ini akan menimbulkan kecemasan dan frustrasi pada anak.

Mengetahui kesiapan anak dalam hal ini tidak dilihat hanya dari usia saja. Anda juga harus memerhatikan bagaimana perilaku anak sehari-hari di rumah.

Misalnya, apakah si kecil sudah bisa menjaga dirinya sendiri, mematuhi peraturan yang berlaku, dan paham akan tugas-tugasnya di rumah.

anak pergi ke sekolah

Ada beragam transportasi umum yang bisa digunakan anak. Mulai dari bus sekolah, angkot, kereta, maupun ojek.

Setiap jenis transportasi tersebut memiliki tingkat kesulitan yang juga berbeda. Untuk itu, anak perlu persiapan yang lebih matang supaya ia dapat sampai tujuan dengan selamat meski seorang diri naik kendaraan umum.

Beberapa persiapan yang perlu dilakukan, antara lain:

Beri tahu dengan jelas di area mana anak harus menunggu kendaraan. Jelaskan pula di mana ia harus turun.Pastikan anak tahu kode atau jurusan transportasi yang harus dipilih, misalnya jurusan kereta atau bus dan kode pada angkot dan metromini.Siapkan uang lebih atau kartu akses untuk naik kendaraan umum.Pastikan anak memahami peraturan lalu lintas, seperti harus menyebrang di zebra cross atau JPO (jembatan penyebrangan) dan etika menggunakan kendaraan.Ajari anak untuk memilih tempat duduk yang aman. Misalnya, menghindari angkot yang penuh sehingga tidak perlu duduk di dekat pintu.Ajari anak untuk menjaga etika di dalam kendaraan umum dan kemampuan lainnya, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan berani bertanya jika tersesat.

Baca Juga:

View the original article here

Berapa Lama Kita Bisa Kuat Tidak Minum Air?

DokterSehat.Com – Saat sedang puasa kita akan merasa sangat lemas di siang hari. Bahkan untuk bekerja saja kadang cukup sulit karena konsentrasi terus anjlok. Nah, hanya dengan tidak minum selama kurang dari 20 jam saja kita lemas, bagaimana kalau tidak minum lebih dari sehari? Kira-kira sampai berapa hari tubuh bisa kuat tanpa mendapatkan asupan air minum?

Banyak dari kita mengatakan kalau kita lebih bisa menahan lapar daripada haus. Kenyataannya memang demikian. Kalau tubuh tidak mendapatkan asupan kalori, lemak dan juga otot akan dipecah menjadi energi. Sebaliknya kalau kita kekurangan cairan, tubuh tidak bisa menghasilkannya sendiri dan kita wajib mengonsumsinya secara seimbang.

Dari beberapa penelitian yang dilakukan, seseorang bisa hidup tanpa air hingga 3 hari. Lebih dari itu gangguan akan muncul dan kemungkinan besar menyebabkan masalah pada organ. Itulah kenapa dalam satu hari kita wajib mengonsumsi sekitar 2 liter air atau 6-8 gelas air putih saja, bukan air dari buah atau minuman lainnya.

Beberapa dari kita tidak bisa memenuhi kebutuhan air setiap hari dengan baik lantaran tidak terbiasa. Akhirnya kondisi dehidrasi lebih sering terjadi apalagi saat puasa. Biasakan minum air putih setiap hari. Tidak harus langsung 8 gelas. Bisa 5 gelas dahulu lalu sedikit demi sedikit ditambah hingga terbiasa.

Satu trik lagi agar kita mudah minum adalah dengan memasukkannya di dalam botol. Terkadang kita tidak tahu berapa ukuran dari botol dan menghabiskannya begitu saja. Hal ini dilakukan untuk menyiasati kita merasa tidak mampu minum dalam jumlah banyak. Padahal kalau sudah dijalani tidak begitu berat.

Secara umum kebutuhan air yang dimiliki oleh seseorang adalah 6-8 gelas atau 2 liter. Namun, ada faktor lain yang menyebabkan kebutuhan air bisa naik atau justru turun. Berikut beberapa hal yang memengaruhi kebutuhan air.

Usia dari seseorang. Saat masih anak mungkin kebutuhannya tidak akan banyak. Setelah dewasa kebutuhan akan naik signifikan. Selanjutnya saat menua, kebutuhan air juga akan menurun dan tidak sebanyak saat masih agak muda.Level aktivitas yang dilakukan. Kita tidak memiliki level aktivitas yang sama. Ada yang level aktivitasnya biasa saja dan ada juga yang cukup berat. Anda yang bekerja di depan meja dan menggunakan komputer tentu tidak butuh air terlalu banyak. Berbeda kalau Anda bekerja di konstruksi bangunan.Kondisi kesehatan secara menyeluruh. Kalau tubuh Anda sehat, kemungkinan besar hanya butuh 6-8 gelas air putih saja setiap hari. Namun, kalau sedang diare dan mengeluarkan banyak cairan tentu butuh lebih banyak agar tubuh tidak mengalami lemas.Berat badan dan tinggi seseorang juga menentukan kebutuhan ini. Semakin besar tubuh yang dimiliki, kebutuhan airnya akan semakin banyak.Jenis kelamin. Biasanya pria lebih banyak membutuhkan air khususnya mereka yang bekerja di luar ruangan.Apa yang dimakan oleh seseorang. Semakin banyak apa yang dimakan seseorang khususnya buah atau sayuran berair, kebutuhan air akan lebih sedikit. Oh ya, buah dan sayur hanya membantu dan tidak bisa menggantikannya.Lingkungan tempat tinggal. Kalau berada di kota yang cenderung memiliki udara panas, kemungkinan besar membutuhkan lebih banyak air.

Air tidak bisa dihilangkan begitu saja dari diet yang sedang dilakukan. Apa pun pola makan yang digunakan, air tetap harus ditambahkan. Tanpa air, hal-hal di bawah ini tidak akan terjadi.

Meregulasi suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat.Membantu pencernaan dalam bentuk saliva. Makanan dengan tambahan saliva akan mudah dicerna oleh tubuh.Membuat kelenjar yang ada di tubuh menjadi lebih lembap.Tubuh akan memiliki pH yang sempurna dan tidak akan mengganggu kehidupan bakteri baik di dalamnya.Membuat persendian lebih basah dan mudah digerakkan.Membantu otak untuk memproduksi hormon yang membantu pekerjaan beberapa organ tubuh.Membantu membuang racun di dalam tubuh.Menjaga kesehatan organ tubuh khususnya ginjal.

Dehidrasi menyebabkan cukup banyak masalah pada tubuh. Kalau Anda mengalami dehidrasi, hal di bawah ini akan sering terjadi.

Sering mengalami kekurangan energi seperti badan sering lemas setiap harinya.Sakit kepala cukup intens.Pusing dan sering kehilangan konsentrasi.Nyeri di area dada dan cukup mengganggu. Beberapa orang tidak tahan karena sakitnya cukup intens.Beberapa persendian terasa sangat kaku dan susah sekali digerakkan.Suhu tubuh akan meningkat dengan sendirinya.Peradangan di otak kalau tidak segera ditangani dengan serius.Tekanan darah akan berubah cukup drastis.Mengalami lumpuh.Kalau sudah parah bisa memicu kematian.

Kalau Anda ingin mencukupi kebutuhan air harian dan tidak mengalami dehidrasi yang berbahaya, lakukan beberapa hal di bawah ini.

Bangun tidur harus minum 1-2 gelas. Buat tubuh jadi lebih segar dan melancarkan buang air besar.Siang hari minum 2-3 gelas, makan malam 2 gelas, dan sebelum tidur 1 gelas.Boleh dipadukan dengan jus atau minuman lain asal tidak mengandung terlalu banyak gula.Buat jadwal agar tidak lupa dan menjadi lebih terbiasa.Gunakan air dengan suhu ruangan atau hangat agar lebih mudah masuk dan tidak mengganggu saluran cerna.

Inilah beberapa ulasan tentang seberapa kuat pengaruhnya air dalam kehidupan sehari-hari. Meski tidak memiliki kalori, air membantu tubuh untuk berfungsi dengan maksimal dan tidak membuat kita mengalami sakit hingga berpotensi sebabkan kematian. Nah, bagaimana dengan kebiasaan minum yang Anda miliki? Selalu memenuhinya setiap hari atau tidak?

View the original article here

Mengulas Seputar Gizi Buruk Pada Anak yang Ternyata Cukup Berbahaya

Asupan nutrisi anak sangat memengaruhi kesehatannya. Jika orangtua tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi anak dengan baik, akan ada banyak masalah kesehatan yang bisa terjadi. Salah satu masalah gizi yang cukup parah di Indonesia adalah gizi buruk. Kondisi ini bukanlah masalah ringan, dan harus ditangani secepat mungkin. Lantas, kapan seorang anak dikatakan mengalami gizi buruk dan apa permasalahan yang bisa terjadi? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut ini, ya!

Sumber: UNICEF

Gizi buruk adalah suatu kondisi yang ditandai dengan berat badan dan tinggi badan anak jauh di bawah rata-rata. Maka itu, untuk mengetahui status gizi yang satu ini, indikator yang digunakan adalah graik berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Selain berat dan tinggi badan, lingkar lengan atas (LILA) juga masuk ke dalam pemeriksaan klinis gizi buruk.

Kondisi gizi buruk tidak terjadi secara instan atau singkat. Artinya, anak yang masuk ke dalam kategori gizi buruk sudah mengalami kekurangan berbagai zat gizi dalam jangka waktu yang sangat lama.

Jika diukur menggunakan Grafik Pertumbuhan Anak (GPA) yang mengacu pada WHO dengan berbagai indikator pendukung, gizi buruk memiliki kategori sendiri. Anak dikatakan mengalami gizi buruk ketika hasil pengukuran indikator BB/TB untuk status gizinya kurang dari 70 persen nilai median.

Atau mudahnya, nilai cut off z score berada nilai pada kurang dari -3 SD. Gizi buruk paling sering dialami oleh anak dengan usia di bawah 5 tahun, ketika tubuhnya kekurangan energi protein (KEP) kronis.

Menurut Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk dari Kementerian Kesehatan RI, berikut gejala gizi buruk yang umum pada anak-anak:

Terlihat sangat kurus.Mengalami edema, paling tidak pada kedua punggung tangan atau pun kaki.Indikator penilaian status gizi BB/PB atau BB/TB kurang dari -3 SD.LILA kurang dari 11,5 cm untuk anak usia 6-59 bulan.Nafsu makan baik.Tidak disertai dengan komplikasi medis.Terlihat sangat kurus.Edema pada seluruh tubuh.Indikator penilaian status gizi BB/PB atau BB/TB kurang dari -3 SD.LILA kurang dari 11,5 cm untuk anak usia 6-59 bulan.Memiliki satu atau lebih komplikasi medis seperti anoreksia, pneumonia berat, anemia berat, dehidrasi berat, demam tinggi, dan penurunan kesadaran.

Secara klinis, permasalahan gizi buruk pada anak terbagi menjadi beberapa kategori, yaitu:

Sumber: Healthline

Marasmus adalah kondisi kurang gizi yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya asupan energi harian. Padahal seharusnya, penting untuk mencukupi kebutuhan energi setiap harinya guna mendukung semua fungsi organ, sel, serta jaringan tubuh.

Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa sebenarnya bisa mengalami marasmus. Namun, kondisi ini paling sering dialami oleh usia anak-anak yang biasanya terjadi di negara-negara berkembang.

Bahkan menurut data dari UNICEF, kekurangan asupan zat gizi merupakan salah satu dalang penyebab kematian pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Kasus ini bisa memakan korban hingga mencapai angka sekitar 3 juta setiap tahunnya.

Gejala utama yang terjadi ketika seorang anak mengalami marasmus yakni penurunan berat badan drastis. Jika diperhatikan, anak dengan marasmus telah kehilangan banyak jaringan lemak subkutan di bawah kulit dan massa otot pada tubuh.

Akibatnya, indeks massa tubuh (IMT) anak merosot tajam hingga tergolong sangat rendah, yang membuatnya mengalami gizi buruk. Tak bisa disepelekan, karena marasmus pada anak bisa mengakibatkan terhambatnya perkembangan fisik dan mental, alias gagal untuk tumbuh dengan normal.

Seorang anak yang mengalami marasmus bisa merasa sangat lapar, bahkan sampai mengisap tangan seolah sedang mencari sesuatu untuk dimakan. Sementara di sisi lain, anak dengan marasmus bisa sampai mengalami anoreksia nervosa, sehingga membuat tubuhnya tampak sangat kurus.

Hal ini dikarenakan anak tersebut tidak bisa makan atau menolak untuk makan. Seiring berjalannya waktu, jaringan lemak pada tubuh dan wajah anak yang mengalami marasmus perlahan menghilang. Bukan hanya itu, tulang penyokong tubuh pun akan tampak sangat kentara di bawah kulit.

Selain itu, berikut beberapa gejala marasmus yang juga terjadi pada anak:

Diare kronisInfeksi saluran pernapasanTerhambatnya perkembangan intelektualPertumbuhan tubuh tergangguRambut rapuh dan mudah rontokPusingKulit kering

Anak yang mengalami kurang gizi kronis biasanya terlihat tua, serta seolah tidak punya energi untuk melakukan berbagai aktivitas.

Kurangnya asupan nutrisi merupakan penyebab marasmus yang paling utama. Secara garis besarnya, marasmus bisa terjadi pada anak yang tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Mulai dari kalori, karbohidrat, protein, serta beragam nutrisi penting lainnya.

Beberapa hal berikut ini bisa menjadi penyebab marasmus:

Tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi harianMakan dalam porsi yang terlalu sedikit, sehingga asupan nutrisi kurang optimalMemiliki satu atau lebih kondisi kesehatan yang menyulitkan proses penyerapan nutrisi di dalam tubuh

Perlu diingat dan dipahami oleh para orangtua. Ketidakcukupan kebutuhan nutrisi harian dan kondisi kesehatan tertentu, sebenarnya tidak serta-merta langsung berujung pada marasmus.

Jika kedua kondisi tersebut masih diimbangi dengan tersedianya kebutuhan kalori harian, tentu rendah kemungkinannya untuk mengalami marasmus. Akan tetapi, sebaliknya, kalau ternyata persediaan kalori tidak terpenuhi dengan baik, marasmus bisa saja terjadi.

Risiko marasmus biasanya mengintai para bayi yang mendapatkan ASI maupun susu formula selama lebih dari 6 bulan, tapi tanpa disertai pemberian makanan padat. Di samping itu, bayi yang lahir prematur dengan berat badan lahir rendah (BBLR) juga memiliki kemungkinan mengalami gizi buruk.

Itu sebabnya, penting bagi para orangtua untuk senantiasa memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan dan tahun-tahun awal kehidupan anak. Dengan begitu, asupan nutrisinya dapat terpenuhi sehingga mencegah kemungkinan mengalami marasmus.

Pemeriksaan awal yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis adanya marasmus yakni dengan melakukan pemeriksaan fisik. Misalnya dengan melakukan pengukuran tinggi dan berat badan, yang kemudian dapat menunjukkan kemungkinan seorang anak mengalami gizi buruk.

Jika ternyata pengukuran menunjukkan hasil yang terpaut jauh dari normal, atau dari yang seharusnya dimiliki anak di usia tersebut, marasmus bisa menjadi penyebabnya. Terlebih ketika didukung dengan keseharian anak yang cenderung malas dan kurang gerak, tandanya kebutuhan energinya mungkin tidak terpenuhi dengan baik.

Sayangnya, marasmus sulit untuk didiagnosis melalui pemeriksaan darah. Pasalnya, kebanyakan anak yang mengalami marasmus juga memiliki penyakit infeksi. Bukan tidak mungkin, kalau kondisi tersebut dapat memengaruhi hasil tes darah.

Setelah anak dipastikan mengalami marasmus, perawatan harus dilakukan sesegera mungkin. Salah satu langkah utama yang bisa dilakukan dokter serta ahli gizi yakni dengan memberikan susu formula F 75 yang dicampurkan bersama air matang.

Bukan sembarang susu, karena di dalam susu tersebut terbuat dari campuran gula, minyak sayur, dan kasein (protein susu). Setelah kondisinya cukup membaik, dokter akan membuat rencana makan khusus untuk anak.

Aturan makan yang harus dijalani oleh anak dengan marasmus sebaiknya kaya akan berbagai nutrisi, termasuk di dalamnya karbohidrat dan kalori.

Bahkan, kebutuhan kalori anak yang mengalami marasmus cenderung lebih tinggi ketimbang anak-anak lain seusianya. Dalam kasus lain, tubuh anak bisa saja kesulitan dalam mencerna makanan karena sudah kehilangan terlalu banyak lemak dan jaringan tubuh.

Oleh karena itu, dokter dapat menanganinya dengan menyediakan makanan dalam porsi kecil, yang biasanya dialirkan melalui selang makanan melewati hidung. Selanjutnya, selang tersebut akan langsung masuk kedalam lambung. Selain itu, jika anak juga mengalami dehidrasi, maka akan diberikan cairan infus ke tubuhnya.

Jika kondisi anak dengan gizi buruk disertai dengan infeksi, mungkin dibutuhkan pengobatan tambahan. Misalnya dengan pemberian antibiotik maupun jenis obat-obatan lainnya sesuai kondisi yang dimiliki anak.

Sumber: Freewaremini

Kwashiorkor adalah kondisi kekurangan gizi yang penyebab utamanya karena rendahnya asupan protein. Berbeda dengan marasmus yang yang mengalami penurunan berat badan, kwashiorkor tidak demikian.

Gizi buruk karena kwashiorkor membuat tubuh anak membengkak karena mengalami penumpukan cairan (edema). Itu sebabnya, meski telah kehilangan massa otot dan lemak tubuh, anak dengan khwarshiorkor tidak mengalami penurunan berat badan yang drastis.

Salah satu ciri utama yang menandakan anak mengalami kwashiorkor, yakni tubuhnya yang terlihat sangat kurus. Berbagai gejala kwashiorkor pada anak meliputi:

Kehilangan massa otot dan jaringan lemakKehilangan selera makanWarna serta tekstur kulit dan rambut berubahKelelahan parahDiarePertumbuhan tubuh terhambatEdema (pembengkakan) di bagian tungkai bawah, kaki, lengan, tangan, serta wajahTerganggunya sistem kekebalan tubuh, sehingga sering menimbulkan infeksiMudah marahRuam dan bersisik pada kulitBekas jari menetap pada kulit setelah ditekan

Meski sebenarnya bertubuh kurus, tak jarang kondisi kwashiorkor bisa membuat anak tampak gemuk bahkan normal. Sebenarnya ini bukanlah kondisi normal yang sesungguhnya.

Adanya pembengkakan atau edema yang terjadi di beberapa bagian tubuhlah, yang kemudian seolah menggantikan hilangnya jaringan lemak dan massa otot. Padahal aslinya, tubuh anak dengan kwashiorkor sangat kurus dan hanya berisi cairan.

Kwashiorkor paling umum terjadi pada anak-anak di bawah usia 4 tahun. Penyebab kwashiorkor adalah karena tubuh anak kekurangan asupan protein yang didapat dari sumber makanan harian.

Normalnya, setiap sel di dalam tubuh seharusnya mengandung protein yang dibutuhkan untuk memproduksi sekaligus memperbaiki sel yang rusak. Itulah alasan mengapa fungsi tubuh dapat terganggu jika kekurangan asupan protein. Bahkan, hingga membuat anak-anak mengalami kwashiorkor.

Kondisi gizi buruk karena kwashiorkor bisa terjadi negara-negara, khususnya di daerah dengan kasus kelaparan yang tinggi akibat kurangnya pasokan makanan. Di sisi lain, pengetahuan seputar kebutuhan gizi secara tidak langsung juga turut memiliki andil sebagai penyebab kwashiorkor.

Pertama-tama, pemeriksaan untuk mendiagnosis kwashiorkor dilakukan dengan cara mengecek kondisi fisik anak. Dokter akan mencari adanya ruam khas pada kulit, serta edema (pembengkakan) di beberapa bagian tubuh. Misalnya di kaki, lengan, tangan, maupun wajah anak.

Pengukuran dan perbandingan berat serta tinggi badan juga tak luput dari pemeriksaan dokter, guna memastikan kemungkinan kwashiorkor. Selain dari menilai gejala fisik dan pola makan harian, diagnosis kwashiorkor juga bisa dilakukan dengan metode lainnya.

Selanjutnya, dokter biasanya melakukan pemeriksaan terkait adanya pembengkakan hati (hepatomegali).

Pemeriksaan bisanya dilanjutkan dengan mengukur kadar protein, elektrolit, gula, albumin, serta kreatinin melalui tes darah. Hal ini karena tidak sedikit anak dengan kwashiorkor yang memiliki kadar gula darah, protein, natrium, serta magnesium yang rendah.

Menangani anak yang mengalami kwashiorkor tidak bisa dilakukan hanya dengan asal memberikan makanan saja. Sebaiknya perhatikan juga zat gizi yang terkandung di dalam makanan tersebut. Penting untuk memberikan lebih banyak makanan sumber protein dan kalori guna memenuhi kebutuhan zat gizi yang tidak tercukupi.

Awalnya, dokter dan ahli gizi biasanya menyarankan pemberian susu formula khusus F 75. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan makanan sumber kalori dalam bentuk karbohidrat, gula, maupun lemak. Selang beberapa waktu setelahnya, anak baru akan diberikan makanan tinggi protein.

Penting untuk diperhatikan bagi para orangtua. Anak yang mengalami gizi buruk, terlebih kwashiorkor, harus didekatkan secara perlahan dengan beragam makanan guna memulihkan kondisinya.

Pasalnya, tubuh anak butuh penyesuaian kembali karena telah lama kehilangan nutrisi tertentu. Alih-alih mempercepat proses pengobatan, terlalu banyak dan terlalu sering memberikan makanan justru dapat mengagetkan sistem pencernaannya.

Jika diperlukan, dokter juga dapat merekomendasikan pemberian suplemen vitamin dan mineral harian, tergantung kondisi dan kebutuhan anak.

Sumber: Psychology Mania

Sesuai dengan namanya, marasmik-kwashiorkor adalah bentuk lain dari gizi buruk yang menggabungan kondisi dan gejala antara marasmus dan kwashiorkor. Kondisi gizi buruk ini ditentukan dengan indikator berat badan berdasarkan usia (BB/U) kurang dari 60 persen baku median WHO.

Anak yang mengalami marasmik-kwashiorkor memiliki beberapa ciri utama, seperti:

Bertubuh sangat kurusMenunjukkan tanda-tanda tubuh kurus (wasting) di beberapa bagian tubuh. Misalnya hilangnya jaringan dan massa otot, serta tulang yang langsung kentara pada kulit seolah tidak terlapisi oleh daging.Mengalami penumpukan cairan di beberapa bagian tubuh.

Namun, tidak seperti kwashiorkor yang mengalami pembengkakan pada perut, sehingga membuat anak terlihat buncit. Adanya edema atau pembengkakan pada anak dengan marasmus dan kwashiorkor sekaligus, biasanya tidak terlalu mencolok.

Bukan hanya itu saja. Berat badan anak yang mengamai marasmus dan kwashiorkor sekaligus biasanya berada di bawah 60 persen dari berat normal di usia tersebut.

Oleh karena marasmik-kwashiorkor merupakan kondisi yang menggabungkan antara maramus dan kwashiorkor, tentu penyebabnya pun demikian.

Secara garis besarnya, marasmik-kwashiorkor dikarenakan anak  kekurangan asupan zat gizi tertentu. Dalam hal ini meliputi kalori dan protein.

Secara umum, sebenarnya pengobatan yang bisa dilakukan untuk anak gizi buruk dengan marasmik-kwashiorkor merupakan gabungan dari dua kondisi sebelumnya. Di antaranya meliputi pemberian susu formula khusus, serta pengaturan asupan makanan harian.

mengatasi gizi kurang pada remaja

Sesuai dengan penatalaksanaannya, Kementerian Kesehatan RI membagi penanganan gizi buruk pada anak atas 3 fase.

Fase stabilisasi adalah keadaan ketika kondisi klinis dan metabolisme anak belum sepenuhnya stabil. Dibutuhkan waktu sekitar 1-2 hari untuk memulihkannya, atau bahkan bisa lebih, tergantung dari kondisi kesehatan anak.

Tujuan dari fase stabilisasi yakni untuk memulihkan fungsi organ-organ yang terganggu serta pencernaan anak agar kembali normal. Dalam fase ini, anak akan diberikan formula khusus berupa F 75 atau modifikasinya, dengan rincian:

Susu skim bubuk (25 gr)Gula pasir (100 gr)Minyak goreng (30 gr)Larutan elektrolit (20 ml)Tambahan air sampai dengan 1000 ml

Fase stabilisasi bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Pemberian formula khusus dilakukan sedikit demi sedikit tapi dalam frekuensi yang sering. Cara ini bisa membantu mencegah kadar gula darah rendah (hipoglikemia), serta tidak membebankan saluran pencernaan, hati, dan ginjal.Pemberian formula khusus dilakukan selama 24 jam penuh. Jika dilakukan setiap 2 jam sekali, berarti ada 12 kali pemberian. Jika dilakukan setiap 3 jam sekali, berarti ada 8 kali pemberian.Bila anak bisa menghabiskan porsi yang diberikan, pemberian formula khusus bisa dilakukan setiap 4 jam sekali. Otomatis ada 6 kali pemberian makanan.Jika anak masih mendapatkan ASI, pemberian ASI bisa dilakukan setelah anak mendapatkan formula khusus.

Bagi orangtua, sebaiknya perhatikan aturan pemberian formula seperti:

Lebih baik gunakan cangkir dan sendok daripada botol susu, meskipun anak masih bayi.Gunakan alat bantu pipet tetes untuk anak dengan kondisi sangat lemah.

Fase transisi adalah masa ketika perubahan pemberian makanan tidak menimbulkan masalah bagi kondisi anak. Fase transisi biasanya berlangsung selama 3-7 hari, dengan pemberian susu formula khusus berupa F 100 atau modifikasinya.

Kandungan di dalam susu formula F 100 meliputi:

Susu skim bubuk (85 gr)Gula pasir (50 gr)Minyak goreng (60 gr)Larutan elektrolit (20 ml)Tambahan air sampai dengan 1000 ml

Fase transisi bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:

Pemberian formula khusus dengan frekuensi sering dan porsi kecil. Paling tidak setiap 4 jam sekali.Jumlah volume yang diberikan pada 2 hari pertama (48 jam) tetap menggunakan F 75. Namun di hari ketiga, ada perubahan volume menjadi F 100 dengan jumlah disesuaikan kembali tergantung kondisi anak.ASI tetap diberikan setelah anak menghabiskan porsi formulanya.Jika volume pemberian formula khusus tersebut telah tercapai, tandanya anak sudah siap untuk masuk ke fase rehabilitasi.

Fase rehabilitasi adalah masa ketika nafsu makan anak sudah kembali normal dan sudah bisa diberikan makanan agak padat melalui mulut atau oral. Akan tetapi, bila anak belum sepenuhnya bisa makan secara oral, pemberiannya bisa dilakukan melalui selang makanan (NGT).

Fase ini umumnya berlangsung selama 2-4 minggu sampai indiktor status gizin BB/TB-nya mencapai -2 SD, dengan memberikan F 100. Dalam fase transisi, pemberian F 100 bisa dilakukan dengan menambah volumenya setiap hari. Hal ini dilakukan sampai saat anak tidak mampu lagi menghabiskan porsinya.

F 100 merupakan energi total yang dibutuhkan anak untuk tumbuh, serta berguna dalam pemberian makanan di tahap selanjutnya. Secara bertahap, nantinya porsi makanan padat anak bisa mulai ditambah dengan mengurangi pemberian F 100.

camilan untuk anak

Setelah menjalankan pengobatan yang disarankan, anak dapat dikatakan sembuh bila BB/TB atau BB/PB sudah lebih dari -2 SD. Meski begitu, aturan pemberian makan yang tepat tetap masih harus dijalankan.

Bagi orangtua, bisa menerapkan saran seperti:

Memberikan makanan dengan porsi kecil dan sering sesuai dengan usia anak.Rutin membawa anak untuk kontrol tepat waktu. Pada bulan pertama sebanyak 1 kali seminggu, bulan kedua sebanyak 1 kali setiap 2 minggu, dan bulan ketiga sampai keempat sebanyak 1 kali per bulan.

Selain itu, orangtua juga bisa membuat contoh resep berikut untuk anak:

Bahan-bahan:

Tepung beras 25 grKacang hijau atau kacang merah 60 grGula 15 grMinyak goreng 10 grGaram beryodium dan air secukupnya

Cara membuat:

Rebus kacang hijau dengan 4 gelas air matang selama 30 menit.Setelah matang, hancurkan menggunakan saringan kawat.Campurkan tepung beras, gula, minyak, garam, dan air dingin sebanyak 50 cc (1/4 gelas).Masukkan ke dalam air rebusan kacang hijau yang sudah dihancurkan, lalu aduk sampai matang di atas api kecil.

Bahan-bahan:

Tahu 55 grTepung beras 40 grGula 20 grMinyak goreng 15 grDaging ayam 70 grGaram beryodium dan air secukupnya

Cara membuat:

Rebus tahu dan ayam dalam 500 cc air hingga matang, selama sekitar 10 menit.Setelah matang, hancurkan dengan menggunakan saringan kawat atau diulek.Masukkan tepung beras, gula, minyak, dan garam, dan lanjutkan memasak sembari di aduk di atas api kecil selama 5 menit.

Baca Juga:

View the original article here

5 Cara Mencegah Gigi Goyang Secara Alami Tanpa Ribet

Banyak orang mengalami masalah gigi goyang tanpa mengetahui bahwa ada banyak cara alami untuk mencegah kondisi ini. Padahal, gigi goyang yang dibiarkan begitu saja tidak hanya menyebabkan kesulitan saat mengunyah makanan, tapi juga berdampak pada kerusakan jaringan gusi secara permanen.

sering sikat gigi

Sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur medis, ada beberapa upaya mencegah gigi goyang yang dapat Anda lakukan secara alami. Berikut di antaranya:

Ini adalah cara paling efektif untuk mencegah gigi goyang akibat penyakit gusi. American Dental Association menyarankan cara menyikat gigi sebagai berikut agar manfaatnya lebih optimal:

Posisikan sikat gigi kira-kira 45 derajat dari gusi.Sikatlah bagian luar, bagian dalam, serta permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah dengan lembut mengikuti gerakan maju-mundur.Gunakan ujung sikat gigi untuk membersihkan bagian dalam gigi depan dengan gerakan maju-mundur.Sikatlah lidah Anda untuk menghilangkan bakteri yang tersisa.

Sisa makanan yang terjebak dalam celah gigi dapat memicu penyakit gusi sehingga gigi menjadi goyang. Seperti halnya menyikat gigi, cara ini juga membantu Anda mencegah gigi goyang akibat penyakit gusi.

Cukup siapkan benang gigi sepanjang 45 cm. Gulung setiap ujung benang gigi pada jari Anda, lalu ikuti langkah berikut:

Selipkan benang di antara gigi, lalu gerakkan untuk membersihkannya.Saat benang mencapai garis gusi, lekukkan benang agar mengarah ke salah satu sisi gigi dan gerakkan seperti biasa.Anda juga dapat menggunakan benang untuk membersihkan bagian luar dan bagian dalam masing-masing gigi.Angkat benang dari celah gigi, lalu ulangi pada gigi yang lain.

Bakteri yang menumpuk di antara gigi dan gusi lambat laun akan membentuk plak sehingga gigi tidak lagi kokoh menempel pada gusi.

Metode oil pulling dapat mencegah gigi goyang dengan cara membunuh bakteri dan menghambat pembentukan plak.

Berikut langkah-langkahnya:

Siapkan 1-2 sendok makan minyak kelapa. Anda juga dapat menggunakan minyak wijen atau minyak zaitun.Berkumurlah dengan minyak tersebut selama 15-20 menit sebelum menyikat gigi pada pagi hari.Keluarkan minyak dari mulut Anda, lalu berkumurlah dengan air hangat.Sikatlah gigi Anda seperti biasa.

Penggunaan minyak nabati untuk membersihkan gigi bukannya tanpa alasan. Minyak nabati memiliki kandungan antimikroba, antibakteri, antijamur, dan antioksidan.

Seluruh kandungan tersebut amat efektif untuk membunuh kuman pembentuk plak pada gigi.

ngidam makanan manis

Sisa gula pada celah gigi merupakan tempat ideal bagi bakteri yang sedang berkembang biak. Oleh sebab itu, batasi makanan dan minuman manis yang Anda konsumsi setiap hari.

Hindari pula makanan yang mengandung pemanis buatan atau sirup jagung tinggi gula.

Terlalu banyak mengonsumsi buah-buahan sitrus seperti jeruk juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan gigi. Meskipun menyehatkan, makanlah dalam jumlah sewajarnya.

Jangan langsung menyikat gigi setelah memakan buah-buahan sitrus. Sebab, hal ini dapat mengurangi jumlah asam pada mulut.

Selain melalui berbagai metode yang telah disebutkan, Anda juga dapat mencegah gigi goyang dengan tips berikut:

Menjauhi kebiasaan merokok.Menjalani pemeriksaan dan pembersihan gigi secara rutin.Menggunakan penahan gigi jika Anda sering menggeretakkan gigi tanpa sadar.Menggunakan pengaman mulut saat berolahraga.Menghindari pengobatan tertentu yang dapat memengaruhi gigi.Mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D sesuai anjuran dokter.

Gigi yang goyang akibat kecelakaan dan benturan memang tidak dapat dihindari. Namun, beragam cara di atas dapat membantu Anda mencegah gigi goyang terkait masalah kesehatan gigi dan mulut.

Tanpa upaya pencegahan, gigi goyang yang sudah telanjur parah sering kali harus dicabut sehingga berimbas pada fungsi mengunyah sekaligus penampilan.

Hal ini sangat disayangkan, mengingat tindakan pencegahan sebenarnya dapat dilakukan sejak awal.

Baca Juga:

View the original article here

Benarkah Belimbing Bisa Atasi Hipertensi?

DokterSehat.Com– Masyarakat Indonesia masih mempercayai beberapa jenis bahan alami untuk mengatasi masalah kesehatan. Sebagai contoh, banyak orang yang makan belimbing demi menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Sebenarnya, apakah belimbing memang bisa memberikan manfaat kesehatan ini?

Belimbing adalah buah dengan kombinasi rasa yang manis dan asam. Buah segar ini nikmat untuk dikonsumsi langsung, dijadikan jus, atau dijadikan campuran rujak. Ternyata, telah ada penelitian yang dilakukan untuk mengetahui dampak dari makan belimbing bagi tekanan darah. Hasilnya adalah, belimbing memang memiliki kemampuan untuk menurunkan tekanan darah.

Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan kalium dan pektin di dalam belimbing. Sebagai informasi, kalium mampu membuat otot jantung berfungsi dengan lebih baik, melebarkan pembuluh darah, dan melancarkan sirkulasi darah. Hal ini tentu akan berimbas pada menurunnya tekanan darah.

Hanya saja, belum jelas seberapa banyak belimbing yang harus dikonsumsi demi mendapatkan manfaat kesehatan ini. Satu hal yang pasti, asalkan gaya hidup diubah menjadi lebih sehat dan konsumsi garam diturunkan, konsumsi belimbing secara teratur akan membantu proses penurunan tekanan darah dengan efektif.

Selain bisa menurunkan hipertensi, pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali manfaat kesehatan lainnya yang bisa didapatkan dari hobi makan belimbing.

Berikut adalah manfaat-manfaat kesehatan tersebut.

Di dalam belimbing tinggi kandungan vitamin C dan flavonoid yang bisa memberikan efek anti peradangan. Kandungan ini juga akan mampu melawan paparan buruk radikal bebas sekaligus mendukung proses detoksifikasi atau pengeluaran racun dari dalam tubuh. Hal ini tentu akan membantu mencegah datangnya berbagai macam penyakit.

Di dalam belimbing terdapat kandungan antioksidan yang sangat tinggi. Kandiungan ini bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan paparan radikal bebas dan kandungan karsinogen penyebab kanker. Rutin makan belimbing disebut-sebut bisa membantu menurunkan risiko terkena kanker usus besar yang berbahaya.

Belimbing ternyata juga bisa membantu menurunkan kadar kolesterol tubuh. Kandungan serat di dalam buah ini yang sangat tinggi mampu mencegah penyerapan kolesterol jahat dari makanan yang kita konsumsi. Selain itu, belimbing juga mampu meningkatkan proses sekresi kelebihan kolesterol, lipid, dan asam empedu dari dalam tubuh.

Kandungan serat yang sangat tinggi di dalam belimbing juga bisa membantu mengendalikan kadar gula darah dengan efektif. Belimbing juga bisa memperbaiki respons insulin tubuh sehingga bisa membantu mencegah datangnya diabetes. Sementara itu, penderita diabetes juga bisa mendapatkan manfaat berupa penurunan risiko terkena komplikasi jika rutin mengonsumsinya.

Belimbing memiliki kandungan sehat seperti flavonoid dan terpenoid yang bisa memberikan perlindungan pada lapisan dalam lambung. Hal ini tentu akan membantu mengatasi masalah gastritis atau peningkatan asam lambung. Selain itu, kandungan serat yang tinggi di dalamnya juga bisa membantu mengatasi gangguan pencernaan layaknya sembelit.

Tingginya kandungan serat di dalam belimbing membuat buah ini cocok untuk dikonsumsi sebagai camilan oleh mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

Meskipun memiliki banyak kandungan sehat, pakar kesehatan menyarankan penderita hipertensi yang sudah mengalami komplikasi pada ginjal untuk tidak mengonsumsi belimbing. Hal ini disebabkan oleh dampak makan belimbing bagi penderita komplikasi yang bisa memicu dampak yang buruk seperti kejang-kejang atau bahkan kerusakan pada otak.

View the original article here